CERITA CINTA EPS 17

SEBELUM ADA KAMU

     Terakhir kemarin aku masih menceritakan kisah sebagai sosok berbaju merah yang aku temui tepat di depan gedung pertemuan mahasiswa. Tapi masih ada beberapa rahasia yang belum ku bagikan. Mungkin aku akan memulainya dari cerita mantan kekasih. Kenapa aku bisa memutuskan untuk mengakhirinya dan tak lama kemudian "dia" mengisi hati yang kosong ini. Bukan, aku bukan selingkuh, aku hanya jenuh ditinggalkan dan akhirnya memutuskan untuk pergi.

     Satu semester pertama masa perkuliahan menurutku adalah hal yang paling menyedihkan, selain ini adalah Universitas yang sesungguhkan bukan yang aku inginkan, tapi aku merasa kehilangan kasih sayang dan cinta dari seseorang. Mungkin kalian bisa berfikir masih ada keluarga, sahabat, teman, lalu kenapa masih harus memikirkan orang yang mencintai kita? Masalah terbesar saat itu adalah orang itu sebut saja emmm.. siapa sebaiknya aku menyebutnya? Apakah aktor terkenal, nama benda, atau kartun? Baiklah aku memutuskan akan menyebut warna yaitu Blue sesuai kenangan yang sudah dia berikan dikala hujan saat itu. Bukan, lebih tepatnya memang dia selalu bersikap dingin pada semua orang dan selalu acuh.

      Kenapa aku bisa mencintai orang yang bahkan saat aku bersamanya teman dekatku pergi menjauh. Aku sungguh berfikir terlalu lambat, kalau saja aku tidak menerima cintanya di depan kelas sebelum Ujian Sekolah setidaknya hidupku akan baik-baik saja kan? Seperti layaknya pacaran pada umumnya selama beberapa minggu dia selalu menjemput dan mengantarku pulang tanpa aku minta. Menghubungiku duluan tanpa aku perlu menghubunginya. Menyemangati satu sama lain dan menghabiskan sore dengan makan di restaurant mahal untuk anak SMA. Tapi semua berubah ketika aku mulai sibuk mendaftar kuliah dan harus mengikuti banyak ujian masuk Universitas.

      Sesungguhnya aku salah terlalu menganggap dia adalah bagian dari kebahagiaanku saat itu, baru 2 bulan menjalin hubungan saja dia tidak mengucapkan ulang tahun padaku. Bahkan saat itu aku menunggunya sampai tepat pukul 1 pagi berharap dialah orang pertamanya. Lupa? Bukan dia memang tidak pernah menganggap orang lain adalah bagian penting untuk hidupnya. Awalnya dia hanya menghilang 1-2 minggu, tapi setelah satu tahun kami berpacaran dia benar-benar hilang selama 6 bulan. Apa yang aku harapkan dari hubungan yang tidak membuatku berubah menjadi lebih baik? Tidak pernah memikirkan apa masa depan, dan tidak ada bedanya aku berstatus bersamanya dengan aku hidup sendirian. Lalu aku memutuskan untuk pergi. Aku benar-benar menyesal menyia-nyiakan satu tahun lebih sedikit hidupku untuk orang yang bahkan tidak pernah peduli aku masih hidup atau sudah berada di syurga?

      Semua kerjadian menyedihkan yang ku alami tidak aku bagikan pada siapapun aku hanya menghabiskan waktu dengan bersenang-senang sebisa mungkin dengan orang-orang di sekitarku tanpa aku perlu menjelaskan aku sudah meninggalkan mantanku. Banyak sekali spekulasi tentang diriku entah aku buruk tidak perhatian, entah aku tidak mempedulikannya, entah aku yang meninggalkannya, yang jelas Tuhan tau aku telah berusaha yang terbaik untuk mempertahankan namun dia memang tidak bisa aku pegang lagi. Bukannya aku juga berhak bahagia? Tidak melulu aku yang harus khawatir tentang hidupnya, tapi aku membangkitkan semangatku sendiri tanpa bantuan dirinya. Semenjak saat itulah aku memulai hidup lebih mandiri, dan mulai membuka hati untuk orang lain. Jangan berfikir aku mudah jatuh cinta pada pria berbaju merah itu. Setelah aku memutuskan untuk sendiri, jalan ceritanya masih panjang, bahkan aku dihantui rasa cemburu untuk menyadari bahwa aku mulai suka pada dirinya. Akan aku ceritakan nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA CINTA EPS 19

CERITA CINTA EPS 16

CERITA CINTA EPS 4