CERITA CINTA EPS 4

TOXIC FRIENDSHIP

     Beberapa hari terakhir, aku dan pasanganku membicarakan sesuatu tentang hubungan pertemanan masing-masing. Perjalanan cinta kami membuat kami sadar bahwa "teman" selain teman hidup itu sangat penting dan perlu. Namun memfilter dan memilih teman yang baik untuk kita adalah hal yang lebih penting.
    Berawal dari curhatan aku terhadap sikap teman-temanku yang agak sedikit membuatku terganggu, pasanganku memberikan sedikit pandangan baru yaitu "Pertemanan yang tidak menguntungkan". Apa itu pertemanan yang berbahaya, atau tidak menguntungkan atau istilahnya toxic friendship? Pertemanan jenis ini adalah pertemanan yang hanya dapat menguntungkan salah satu pihak tanpa disadari oleh pihak lain, bisa dibilang dipedulikan tapi tidak mempedulikan balik. Seberapa pentingnya kita perlu tau tentang pertemanan yang tidak baik ini? Kenapa kita harus tau?
      Selama kalian masih merasa tidak terganggu pada pertemanan jenis ini, silahkan kalian lanjutkan namun mari kita sadari bersama berapa waktu yang sudah kita buang sia-sia untuk orang yang salah sangatlah tidak menguntungkan untuk kalian sendiri. Bukan berarti tidak perlu baik pada orang lain namun, memfilter teman seiring bertambahnya umur ini sangatlah perlu. Tingkat pertemanan sendiri ada 3 yaitu teman biasa, teman dekat atau sahabat dan teman hidup/pacar/istri/suami. Mulai dari sinilah prioritas untuk memfilter tingkat pertemanan dimulai agar tidak terlalu membuang tenaga pada orang yang salah.
     Ciri-ciri pertemanan yang toxic yang pertama seseorang cenderung meng "aku" kan dirinya, contohnya ketika kita merasa kesakitan, sedih atau bahkan senang, bercerita yang menurut kta adalah hal yang penting dia membandingkan dengan dirinya adalah yang paling dan kalian belum ada apa-apanya dibanding dia. Ciri-ciri lain adalah tidak mempedulikan orang lain atau bertanya hanya sebatas kepo, misalnya kalian sedang ada masalah dan kalian memerlukan bantuan orang lain terutama teman kalian, tapi ketika kalian meminta bantuan ke orang tersebut dia merasa tidak bisa melakukan nya tanpa berfikir panjang, bahkan menolak sesuatu yang sebenarnya mereka bisa lakukan. Selanjutnya selalu meminta tanpa memberi dan mudah kecewa. Contoh lain dari kasus ini adalah teman kalian meminta kalian untuk membantunya, namun saat kalian tidak bisa dia bisa kecewa setengah mati bahkan memusuhi kalian dan menganggap kalian sudah jahat pada orang tersebut. Ciri-ciri terakhir adalah memaksakan dan tidak membuat kalian berkembang. Sudah jelas sekali bahwa toxic friendship itu adalah pertemanan antara entah satu orang atau beberapa orang yang mereka belum selesai pada ego masing-masing. Sehingga apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kasus seperti ini?
    Hal-hal yang harus kita lakukan adalah stop untuk melakukan hal itu pada orang lain jika kalian merasa memiliki sifat seperti itu, lalu stop orang lain untuk melakukan itu atau mengingatkan teman kalian yang memiliki sifat seperti itu. Karena jika kalian sudah memiliki empati atau tingkat kepedulian terhadap orang lain jangan ikut seperti itu, tapi rangkul dia untuk menjadi lebih baik. Apabila itu sulit maka tinggalkanlah sesuatu yang akan membebani kalian dan fokuslah pada orang-orang yang memang saling peduli. Sesungguhnya satu orang teman yang baik lebih baik dibandingkan sepuluh ribu teman yang toxic. Mulailah menata masa depan jangan terlalu takut untuk terus melangkah. Semangatt!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA CINTA EPS 19

CERITA CINTA EPS 16