CERITA CINTA EPS 13
WRONG DECISION
Sebelum aku memutuskan melangkahkan kaki, aku sudah diselimuti keraguan, sebenarnya alam semesta sudah mengingatkanku bahwa keputusan yang ku ambil kurang tepat. Tapi aku memaksakan kehendak dan terus menganggap ini adalah hal yang terbaik. Bunyi alarm, dering telephone, suara orang-orang diluar mengisyaratkanku bahwa tetap lah diam jangan pergi kemana-mana. Tepat baru satu langkah kaki aku pijakkan di luar mulut pintu, tiba-tiba ada pesan masuk. Lagi-lagi sebuah peringatan dari seseorang yang seharusnya selalu aku dengarkan baik-baik kata-katanya. Aku tidak sempat membuka, taxi yang menjemputku sudah menunggu. Pesan itu hanya ku lihat dari bagian atas handphone ku bahkan ku buka saja belum. Serasa pesan itu aku abaikan begitu saja. Aku berfikir sudahlah dia tidak mengerti aku dan posisiku saat ini.
59,9 km sudah ku lalui, saat itu kudapati peringatan telah memasuki zona baru yang awalnya aku harapkan. Aku sebenernya masih sedikit ragu. Tuhan mengisyaratku untuk memutar balik sebelum terlambat. Tapi nyatanya tetap aku terjang, dan ini adalah bentuk penyesalanku hingga saat ini. Empat belas titik dua kosong enam adalah waktu tepat aku menginjakan kaki di tempat yang seharusnya aku berlindung. "Hai hidup baru, salam kenal ya" sapaku hangat. Aku masih mencoba menerima, senang dan bersyukur saat itu. Tentunya dipikiranku ini adalah hidup baru untuk aku beberapa waktu mendatang.
Belum genap sehari aku di tempat baru sudah banyak perkara yang menimpa. Rasanya ingin bercerita pada orang yang ku percaya tapi mereka sudah memperingatkan ku. Aku malu. Aku masih bisa menahan. Belum ada banyak air mata yang menetes dan mengalir, lagi-lagi aku masih bisa menahannya sendiri. Dua minggu berlalu barulah tekanan-tekanan yang tidak ku harapkan terulang, sebenernya aku sudah pernah mengalami ini semua tapi aku mencoba mengelak dan berfikir positif kemarin bahwa masa lalu tidak mungkin terulang dengan sebuah pendewasaan. Aku masih melaluinya dalam diam dan kesendirian belum aku ungkapkan kepada semua orang.
Namun, tepat genap satu bulan rasanya aku semakin tidak tahan. Semua yg kualami di masa lalu benar-benar kembali terulang. Mereka semua masih sama. Belum ada yang berubah. Belum ada yang bisa mengerti satu sama lain. Aku mulai lelah dan kembali menangis. Kali ini aku ungkapkan pada semua orang hingga semua orang dekatku terkena imbasnya. Aku sadar mereka akan marah dan muak kepadaku tapi aku sudah tidak peduli. Aku sudah sangat lelah menahannya sendiri. Aku ingin segera kembali. Sekali lagi yang ada dipikiranku hanyalah, kalau saja aku membuka dan membaca pesan orang yang sangat mengertiku saat itu aku tidak akan terjebak saat ini. Dia benar sifat dasar manusia tidak akan bisa berubah sekalipun bertahun-tahun ditinggalkan. Sebelum salah memilih keputusan besar lebih baik berfikirlah untuk tidak hidup bersama orang yang salah. Suatu saat dia akan berubah, itu salah besar. Dia tidak akan pernah berubah hanya saja kalian yang siap menerimanya atau tidak.
Komentar
Posting Komentar