CERITA CINTA EPS 11
LUPA APRESIASI DIRI
Tersenyum adalah cara terbaik untuk menghindar dari rasa sedih. Aku benar-benar selalu mencoba tegar di hadapan orang lain. Aku tidak pernah menceritakan rasa sakit yang aku alami kemarin sore, pasti mereka juga tidak peduli. Aku terlanjur dikenal sebagai pribadi yang tak ada habis energi. Tapi aku juga kamu, sama. Aku memiliki rasa kesal dan sedih itu.
Berulangkali ku mencoba kuat menghadapi rasa yang ku alami, aku lupa rasanya bercerita kesedihan, terakhir yang ku ingat adalah rasa senang dan kebodohan yang selalu aku bagi bersama. Ceria, tawa, canda, bahkan keluh kalian tidak akan berpengaruh pada kesenanganku sepanjang hari. Sesampainya aku di kapukku sendiri aku menangis sejadi-jadinya, aku adalah aku yang sedang kesepian tanpa aku menghubungi kalian terlebih dahulu.
Sampai pada saatnya aku datang pada masa Tuhan mengirimkanku salah satu prajuritnya. Ceritalah padaku katanya. Semua yang ku alami selama ini, rasa yang ku pendam dalam-dalam, rasa yang ku simpan sendirian dibalik tirai senyuman. "TIDAK, TIDAK INI BUKAN AKU!" teriakku marah, lalu prajurit itu masih berusaha menyadarkan ku, bahwa aku mulai lupa siapa aku sebenarnya. Sembunyi dibalik semua kebohongan adalah dosa besar, aku melukai hati yang seharusnya aku jaga dan aku kasihi.
"Terima kasih, kamu sangat baik" satu kata apresiasi pertama yang ku dengar dari prajurit itu. Kata yang jarang aku dengar dari manusia pada umumnya. Dia berkata begitu karena aku telah mampu melepas perlahan kebohonganku pada sesama manusia. Manusia mulai lupa cara menghargai, menghargai oranglain. Bagaimana bisa menghargai orang lain kalau kamu belum bisa menghargai dirimu sendiri?
Kini, bukan salah selalu berbagi keceriaan, tapi ingatlah orang yang paling sakit adalah orang yang tidak pernah memperlihatkan kesakitannya. Dan kamu yang menahan rasa sakit, jangan ditahan, ungkapkan apa yang menjadi keresahanmu sore itu. Bukan mencari perhatian, hanya sama-sama belajar mengapresiasi.
Komentar
Posting Komentar