CERITA CINTA EPS 10

TITIK UJUNG DI 07

(untuk kamu yang hatinya berjuang tak kenal lelah lalu rela melepaskan)

Tujuh tahun sudah terhitung aku memiliki rasa pada seorang pria yang telah membuatku menaruh hati. Tapi tenang, ini adalah hari terakhir ku mendeklarasikan bahwa aku sudah merasa cukup untuk memiliki rasa ini. Sebelumnya aku selalu menitikkan air mata untuk menceritakan hal yang mungkin terlihat bodoh bagi orang lain, tapi sudahlah hari ini rasa itu sudah benar benar hilang.

***

Masa-masa SMA merupakan masa paling indah yang pernah kita semua bayangkan, dari mulai pertemanan, kisah cinta, tingkah laku konyol dan nakal-nakalnya anak baru gede adalah hal yang baru saja aku rasakan. Sebenarnya hal yang paling seru adalah kisah cinta yaitu antara cinta monyet dan cinta sejati mulai saling berebut. Emmm kisah cintaku bukan cinta sejati, tapi cinta yang tulus dan muncul dari sebuah pertemuan di sekolah. Aku sering suka dengan laki-laki namun aku tau ini adalah hal berbeda. Sulit ku jelaskan aku bahkan sampai tidak bisa berkata-kata hanya karena melihat dirinya dari kejauhan, mengaguminya tanpa membuat orang itu sadar bahwa aku selalu menyelipkan dia dalam doa dan harapan.

Hari itu kita bertemu, dalam sebuah ketidaksengajaan yang akhirnya menjadi rutinitas kita untuk semakin dekat. Hobi yang dia miliki sama dengan hobiku, dan dia begitu ramah mengajakku untuk menyelesaikan hobi bersamanya, setiap hari, dan benar-benar hampir setiap hari. Bahkan setiap kita tidak sempat bertatap muka, dia berusaha untuk mengirimkanku pesan singkat. Terhitung sudah puluhan sore aku menghabiskan hobi bersama dengan dia, namun ada yang berbeda sore ini senior perempuan cantik yang sudah aku kenal dekat tersenyum ke arah kami berdua dan menghampiri sambil bertanya "sudahkah kamu makan?" tanya perempuan itu kepada seseorang yang sedang duduk di sampingku. Pada saat itu aku masih berfikir apakah memang dia adalah anak baik dan perhatian? Tapi ternyata aku salah, aku adalah saksi pertama yang tau bahwa perempuan itu adalah pacar seseorang yang aku cintai. Saat itu aku mencoba tegar seolah olah tidak terjadi apa-apa, namun dibelakangnya aku menangis sejadi-jadinya. Ini adalah tangisan pertama ku dikarenakan seorang lelaki tampan yang aku cintai.

Kali ini aku mencoba mengalah dan berfikir bahwa mereka adalah orang yang pantas bersanding bersama. Aku bertanya kepada nya apakah aku mengganggunya untuk melanjutkan rutinitas dan pesan singkat ini? Dia berkata "tidak" dan dia tidak mengakui seorang perempuan cantik kemarin adalah pacarnya. Aku memutuskan untuk melanjutkan hubungan ini dengan dia, bukan hubungan berikatan, menurutku memang dekat saja dan semakin dekat. Sore demi sore ku lalui bersama dia dan tanpa terasa sore ini adalah sore terakhir sebelum dia melanjutkan kuliah di luar kota. Aku bersedih tapi dia berjanji setiap libur akan kembali menghampiriku dan melakukan rutinitas kami berdua.

Benar, 3 bulan dia datang dan menghampiriku dan menghabiskan sore seperti rutinitas kami sebelumnya dan hanya berdua. Dan pada saat itu ku dapatkan kabar bahwa dia sudah tidak bersama perempuan cantik kemarin, entah kenapa moment yang seharusnya membuat dia bersedih menjadi lucu dan tertawa bersama ku. Tidak ku lihat bekas luka dan kecewa dimatanya. Semakin sering dia datang bahkan hampir tiap bulan dan membawakan ku coklat, katanya ini adalah kado setiap prestasi yang aku capai di sekolah. Sampai saat ini aku tidak pernah tau apa tujuan dia selalu memberikan kepercayaan dan rasa sayangnya kepadaku. Apakah hanya aku yang berlebihan mengartikan? Karena dari sekian banyak orang yang bisa dia temui dia hanya memberikan padaku. Pantas saja aku semakin terlena dan semakin mencintainya. Aku mulai mencoba untuk membalas semua kebaikan dia dengan wajar agar tidak terlihat bahwa benar aku menyimpan rasa.

***

Hampir satu tahun ku lalui masih dengan rasa yang sama. Hari ini ada acara di sekolah, aku datang dikala saat itu hujan rintik-rintik dan semakin sore semakin deras, aku menunggu temanku di depan basecamp sekolah karena kami janjian disana. Tiba-tiba bukan sesosok temanku yang datang melainkan dia, dia datang di sampingku dan menemaniku menghabiskan sore di depan basecamp sekolah. Dia bilang akan menemaniku sampai aku bertemu dengan orang yang sudah ku tunggu. Mungkin ini adalah kebetulan kesekian kalinya yang selalu membuat kami semakin dekat.

Di tahun terakhir aku bersekolah SMA, aku sudah mulai jarang berkomunikasi dengan dia. Entah dia sudah mengirimku berapa kali pesan singkat, aku tidak bisa membalasnya karena posisi ponselku rusak saat itu. Entah dapat kabar darimana dia mengetahui bahwa aku tidak memiliki ponsel, dengan segera dia datang menemuiku dan meminjamiku ponsel dia. Awalnya aku menolak namun dia memaksanya karena agar komunikasi kita dapat terus berjalan. Komunikasi kita tidak pernah terputus 3 tahun ini, hampir setiap hari selalu ada hal yang membuat kita saling mengirim pesan. Namun ada cerita menarik sebelum aku lulus SMA dia pernah menemaniku membaca buku dan memeberikan jaketnya dikala hujan hingga badannya basah kuyup. Aku yakin dia kedinginan, tapi dia masih rela menungguku dijemput oleh ayah.

Karena kejadian itu akhirnya aku memutuskan untuk masuk kuliah dimana tempat dia berkuliah. Ini salah satu tujuan agar aku bisa bersama dia lagi tapi bukan tujuan utama. Semasa kuliah tahun pertama dia masih sering mengajakku makan dikala aku sedang sakit, menanyakan kabar, dan mengajakku nonton film di bioskop. Rutinitas yang dulunya hanya menonton sebuah anime di sekolah berubah menjadi berjalan-jalan bersama dengan dia. Namun menurutku semasa kuliah masih belum ada yang terlalu spesial dibandingkan semua ceritaku semasa aku SMA. Hingga akhirnya kerenggangan dimulai ketika dia memutuskan untuk hijrah, dan pada akhirnya kita jarang pergi bersama lagi, bahkan makan bersama pun dengan berboncengan dia juga mengurangi intensitasnya.

***
Tahun ketiga semasa perkuliahan dia menghubungiku dan mengajak untuk bertemu dikala dia menyelesaikan projectnya. Aku diminta menemani  dia menyelesaikan skripsinya dan segera wisuda. Tidak hanya itu setiap weekend dia selalu menjemputku untuk berolah raga berdua di stadion, benar-benar hanya berdua. Mungkin bisa aku bilang ini adalah tempat paling mengesankan dikala dia akan segera pergi jauh, aku mencoba membuat ini sebagai kenangan indah. Hampir tiap hari rutinitas aku bertemu dengan dia terulang, kita yang mungkin semakin renggang karena dia berhijrah kembali dekat dengan rutinitas baru. 

Dua minggu lagi dia wisuda, dia memintaku untuk menjadi pendamping wisuda orangtuanya, betapa senangnya hatiku hari itu namun aku juga sakit. Aku baru tersadar bahwa dia akan pergi lagi, tapi kali ini berbeda dia benar-benar pergi jauh dan aku tidak bisa memiliki alasan untuk bertemu dengan dia lagi. Sepulangku dari pertemuan itu aku kembali menangisi kejadian seperti sebelumnya. Berkali-kali aku merasakan sakit dan bahagia olehnya, sakit ketika dia memiliki pacar sampai ditinggal pergi jauh. Bahagia  karena dia merupakan bagian dari senyumku asalkan menghabiskan waktu bersamanya.

Enam tahun sudah habiskan waktu bersama, dia selalu datang dan pergi tapi tidak pernah memberikan kesempatan untuk aku benar-benar harus melepaskan. Tidak pernah memutuskan komunikasi dan rela selalu ingin bertemu denganku dikala memang dia ada waktu. Aku selalu bertanya dalam diri "Aku ini siapa? Aku ini kamu anggap apa? Jika hanya adik kenapa kamu tidak pernah memberitahuku selama ini kamu sudah memiliki 2 mantan kekasih selama bersama ku?". Tahun terakhir masa perkuliahan banyak janji dia akan pergi ke sidang ku atau datang ke wisudaku, aku sempat senang dia selalu ada inisiatif untuk menghubungiku duluan. Tapi setelah aku pikir-pikir tahun ini cukup. Cukup untuk menyimpan rasa, cukup untuk terus berharap pada cinta yang tak pernah berujung ini. Komunikasiku dengan dia mungkin akan selalu aku jaga, bahkan terakhir 2 bulan kemarin ketika aku ke kota sebrang dia masih berniat untuk menemuiku, tapi sudahlah aku sudah merasa cukup dan kini aku benar-benar rela untuk melepaskan. Aku bukan bodoh, aku hanya terjebak dalam sebuah rutinitas yang aku istimewakan. Terima kasih mas untuk 7 tahunnya memberiku kebahagiaan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA CINTA EPS 19

CERITA CINTA EPS 16

CERITA CINTA EPS 4