RANDOM OPINION EPS 1
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (Random Opinion)
Banyak hal menarik yang bisa kita ambil dari film yang sempat hitz waktu itu, belum lama sih mungkin sekitar 2 bulan lalu. Dalam film itu diceritakannya sebuah keluarga yang memiliki 3 orang anak yaitu Mas Angkasa, Mba cantik Aurora dan Si dede Awan. Pada cerita tersebut awalnya tidak diperlihatkan masalah yang terjadi hanya saja terlihat bahwa Awan sebagai anak bungsu terlalu di over protektif kan oleh ayahnya sendiri. Namun hal itu ternyata membuat kaget dan benar-benar membuat kita meneteskan air mata setelah tau ending dari filmnya.
Berasal dari film tersebut akhirnya aku berdiskusi dengan banyak orang untuk mencari seberapa relate nya film itu dengan kehidupan kita. Mulai dari anak tunggal, 2 bersaudara , 3 bersaudara sampai 5 bersaudara (sesama jenis dan lawan jenis). Jadi menurut beberapa pendapat mereka hampir berkata film ini relatable dengan kehidupan mereka namun tergantung posisinya masing-masing.
Anak tunggal, salah satu temanku yang anak tunggal berkata
"aku itu bisa dibilang Awan banget sih karena banyak dilarangnya melakukan sesuatu sama orang tua, disuruh ini itu gak boleh. Tapi kadang-kadang jadi Mas Angkasa juga karena posisinya aku adalah anak satu-satunya". Beberapa dari kalian yang mungkin adalah anak tunggal pasti ngerasa banget lah yaa gimana jadi anak diposisi itu. Tapi kalau aku liat mungkin orang tua ini ada dipilihan dimana siapa lagi yang mau kita harapkan kalau bukan kamu, dan siapa lagi yang mau kita sayangi kalau bukan kamu. Makannya terkesan kalian memiliki beban yang cukup besar dalam memenuhi harapan mereka tapi kalian juga terlalu disayang, gitu sih.
Selanjutnya adalah 2 bersaudara. Kebetulan aku adalah 2 bersaudara dan kakak aku adalah cowo aku sebagai adeknya adalah cewe. Jadi menurut pengalaman aku, sebenernya hampir sama seperti anak tunggal ada Mas Angkasa dan ada Awan tapi disini Mas Angkasa nya adalah kakak aku sendiri sedangkan Awan adalah aku, tapi bedanya menurut aku kakakku lebih disayang karena dia adalah anak pertama, dimanja dan jarang sekali dimarahin. Sedangkan aku emang sih aku antar jemput waktu sekolah, sama persis lebih sering dimarahin kalau aku kluyuran, tapi semakin dewasa aku semakin aku dibebasin untuk memilih apa yang aku mau, tapi apapun yang aku mau capai benar-benar keluargaku ikut terjun mereka berkorban mati-matian buat apa yang aku mau. Kata kakakku bahkan orang tuaku lebih sayang sama aku. Hmmm tapi apakah ini yang dirasakan Awan? Soalnya di film itu Awan juga ga ngerasa disayang tapi kakaknya si Aurora ngerasa "kenapa apa-apa harus Awan?", jadi ini relate lah ya untuk kehidupan 2 bersaudara cewe dan cowo. Nah beda halnya untuk yang sesama jenis entah cewe atau cowo, banyak banget yang bilang dia menjadi Aurora salah satunya apalagi kalau salah satu dari mereka udah menjadi sesuatu. Tapi ini tergantung orang tua masing-masing yaa, mungkin ga bermaksud mengesampingkan tapi hanya terskesan yang satunya seperti Mas Angkasa dan satunya lagi Mba Aurora.
Selanjutnya untuk yang 3 bersaudara atau lebih nih, aku banyak banget sih nanya untuk hal ini. Jadi rata-rata mereka semua mau saudara sesama jenis ataupun yang berbagai macam jenis (maksudnya cewe dan cowo ada hehe) memiliki pola pemikiran yang pokoknya anak pertama bener-bener akan menjadi Mas Angkasa, you must handle anything! kamu anak pertama, intinya gitu. Karena Ayahku sendiri pun dalam posisi itu, jadi apapun pokoknya kakak yang menjadi yang paling bertanggung jawab untuk para adeknya. Nah biasanya anak-anak yang di tengah ini posisinya paling aman, jadi mereka ga gampang kena marah, ga punya target tinggi, ga terlalu diharapkan tinggi-tinggi, tapi kadang iri sama yang sulung dan bungsu gitu. Sifat iri ini hadir karena mereka terlalu ga di istimewakan ngerasanya mereka yaa. Nah untuk yang paling kecil pastilah Awan, apapun dilakukan untuk yang kecil, dan yang paling relate adalah anak pertama paling dekat dengan anak yang paling kecil hehehe. Tapi posisi anak tengah-tengah itu bisa bergeser jadi Mas Angkasa yang sebelumnya Mba Aurora, karena misal si Mas Angkasa ini sudah menikah atau sudah sibuk bekerja gitu jadi posisi anak yang di tengah akan menggantikan posisi yang barusan hilang. Intinya guys film ini sangat relate dengan kehidupan kita. Jadi orang tua tidak semudah itu, aku yakin sebenernya orang tua itu sayang sama kita semua. Cuma terkadang sudut pandang kita sesuai keadaan aja. Karena hal itu akan otomatis terjadi apabila seorang kakak punya adik dan akhirnya punya adik lagi. Orang tua kita sama sekali tidak berniat menyisihkan salah satu dari kita, namun hanya kondisi yang membuat kita merasa begitu. Tetap semangat ya! Sudah siap jadi orang tua?
Komentar
Posting Komentar