CERITA CINTA EPS 3
MENIKAHLAH BUKAN KARENA....
Menikah. Sebuah kata sakral yang aku sendiri masih takut mengucapkannya. Tidak untuk beberapa orang. Banyak orang yang berkata "menikahlah maka rejekimu akan terbuka lebar". Sampai saat ini aku cukup berkata terima kasih.
Menikah bukan hanya perkara aku cinta kamu, aku ingin hidup bersama mu, aku akan habiskan waktu denganmu, sungguh aku akan setia. Tapi menikah adalah hal yang rumit, menyatukan dua kepala manusia yang jelas sangat berbeda isinya, menyamakan visi dan misi dalam hidup dan masa depan, menyatukan kemauan berpuluh-puluh keluarga dan mengurus apa yang akan terlahir di dunia setelah terjadi pernikahan. Simple? Aku pikir iya, kalau kita sudah siap, dia siap, keluarga siap, pasti semua ini akan terasa begitu mudah dan menyenangkan pastinya.
Menikah berarti kamu cukup untuk meminta untuk membahagiakan diri kamu sendiri tapi kamu rela memikirkan bahagia mu untuk orang lain terutama pasangan dan keluarga barumu. Menikah juga berarti kamu siap untuk lepas dari apa yang selama ini kamu terima bantuan material maupun fisik demi keharmonisan keluarga mu nanti. Bukan berarti kamu anti sosial, tapi kamu siap kan untuk memiliki rumah pribadi bersama keluarga barumu?
Menikah adalah sebuah perayaan yang dibangun oleh dua keluarga, betapa bahagianya hari itu tapi tidak cukup sampai disana karena bahagia adalah setiap saat. Urusan materi memang bisa dicari dan diperjuangkan, ingat siap dulu jangan berhutang, usaha maksimal untuk mendapatkannya, tapi jangan terlena dan terlalu gila kerja. Namun yang sulit justru adalah urusan mental dan kecukupan ilmu. Bagaimana saat nanti aku terbangun dan tertidur lagi melihat orang yang sama? Bagaimana aku bisa melihatmu telanjang emosi sepuasnya dari puncak titik termarahmu hingga puncak titik tersedihmu? Bagaimana saat nanti aku bisa menyelesaikan masalah anak sekolah, biaya listrik, biaya rumah, cara memasak, cara membersihkan rumah dan sebagainya. Bagaimana apakah kamu sudah siap tetap bekerja meski kamu telah memiliki anak?
Menikahlah karena kamu siap bukan karena temanmu sudah menikah. Menikahlah bukan karena kamu kaya raya, tapi karena kamu merasa sudah mengerti bagaimana membagi waktu antara bekerja dan keluarga. Menikahlah bukan karena kamu ingin memuaskan hasrat agar mendapat status halal, tapi karena kamu sudah mengerti apa peranmu sebagai seorang istri, suami, ibu dan ayah. Menikahlah karena kamu sudah betul-betul merasa selesai dan cukup pada kebahagiaan diri kamu bukan karena ingin dibahagiakan. Bijaklah dalam berfikir, karena menikah tidak akan mengerikan untuk orang yang tau arti sebuah pernikahan.
Komentar
Posting Komentar