CERITA CINTA EPS 2
AWAL PERTEMUAN
Masih ingat pertama kali kita bertemu? Saat itu kita bertemu dalam sebuah gedung, yaa.. gedung pertemuan mahasiswa. Sosok lelaki berbadan tinggi kurus dengan baju berwarna merah menyapa ku. Tidak, lebih tepatnya dia bertanya
"Mba ini gedung pertemuan mahasiswa ya?"
"I..iiyaa Mas" jawabku terbata-bata
"Oke terima kasih Mba"
Pertemuan itu bukanlah hal penting dan tidak berarti bagi kita, namun Tuhan memiliki rencana lain. Dari berpuluh-puluh organisasi yang ada di Universitas, kita bertemu dalam organisasi yang sama. Saat ini pertemuannya berbeda, kamu dan aku sama-sama beradu pendapat. Entah kamu mengingatnya atau tidak tentang pertemuan kita saat itu, tapi yang jelas kita semakin dekat.
Kita sama-sama memiliki power yang besar, kamu dengan pemikiran analitis mu dan aku dengan kemampuan berbicara di depan umum. Hal itu menjadikan kita satu kesatuan. Kamu dan aku sering menghabiskan waktu untuk berdiskusi memecahkan segala permasalahan yang ada dalam sebuah organisasi itu. Semua orang nampak kagum dengan hasil kerja keras yang kita berdua lakukan. Sering bertemu bukan berarti selalu menyimpan rindu, kamu dan aku hanyalah dua insan yang sedang membicarakan masa depan organinasi.
Saat itu kita sama-sama sudah memiliki pasangan, lebih tepatnya pasangan jarak jauh. Yah aku di Kota Yogyakarta dan kamu di Kota Malang. Berat untuk menceritakannya, karena hubungan jarak jauh itu nampak sulit dan jahat pada manusia yang menjalin kasih. Masalah yang ku hadapi dengan pasanganku membuatku seakan lupa kalau aku masih punya seseorang yang jauh disana, begitu juga kamu. Kita sibuk memikirkan bagaimana menyatukan pikiran dan ide bukan rasa.
Beberapa bulan kemudian aku memutuskan untuk menyudahi hubunganku dengan pasanganku, daripada aku sakit hati dengan jarak ini. Begitu juga kamu. Namun kita tetaplah kita yang tidak ada ikatan dan rasa ingin menyatu kecuali organisasi. Kita tidak pernah bermain belakang diantara mereka, kita dekat bukan berarti kita saling cinta. Sebenarnya itu bukan rencana kamu dan aku, tapi aku rasa ini adalah rencana Tuhan, ya bisa dibilang inilah awal perjalanan kita.
Komentar
Posting Komentar