PUISI EDISI IV
SELAMAT MALAM
Karya : Galuh Permata
Ku langkahkan kaki perlahan menuju peron
Jalan ini pernah kita lewati
Walaupun tidak sedang bersama
Namun, langkah kaki ini seakan ada yang menemani
Hujan rintik turun ketika ku tapakkan kaki di sebuah gerbong
Kurang selangkah saja kurasa bajuku telah basah
Rambutku akan lepek dan hidungku akan tersumbat
Perlahan ku melihat sekitar
Untuk mencari kursi kosong
Namun, hati ini dilema
Bapak-bapak tua juga sedang sibuk mecari kursi
Teringat bahwa suatu saat kita akan menua
Seperti halnya kau, yang akan menua bersama ku
Gerbong ini menjadi doa
Malam yang larut menjadi saksi bahwa kamu adalah harapanku
Komentar
Posting Komentar