PUISI EDISI I
Disudut Kehampaan
Karya : Galuh Permata
Kini lebih sering ku habiskan melaut dalam kediaman
Merayap dalam kesendagurauan rakyat
Merengek dalam amukan para pesohor
Diam bukan berarti bisu
Bisu bukan berarti tuli
dan tuli bukan berarti buta
Diam adalah berpikir, memikirkan rajutan-rajutan asa para pemimpin masa depan
Berbicara dalam lubuk penuh tangisan
Mendengar para olokan serta cacian
Melihat, menyaksikan wajah para pemimpin sekarang
Ketika terdengar mimpi-mimpi indah mereka
Aku pun tersadar bahwa aku hanya sendiri
Berusaha memberontak, tapi apalah daya
Aku tak percaya pada siapa-siapa lagi, hanya Dia
Komentar
Posting Komentar